Menikmati Madrid sejenak

Alhamdulillah, jika bukan karena nikmat dariNya, saya tidak mungkin berkesempatan mengunjungi Madrid, ibu kota Spanyol. Mungkin ini enaknya kuliah di luar negeri, banyak kemudahan untuk mendapatkan dana travel untuk konferensi. Sekalian, kita manfaatkan untuk jalan-jalan ke tempat lain. Alhamdulillah.

20 April 2015, saya tiba di Bandara Barjas Madrid menggunakan Etihad Airways dari Singapura transit Abu Dhabi. Rasa-rasanya, sejauh pengalamanku naik pesawat, maskapai Etihad inilah yang terbaik. Serupa dengan Singapora Airlines dalam hal pelayanan, namun ada tiga keunggulan yang dimiliki oleh Etihad Airways. Yang pertama, menu makanan dijamin halal kecuali minuman keras tentunya. Yang kedua, layar entertainment tampil pertama kali diawali dengan doa dalam perjalanan. Yang ketiga, saya mendapatkan murottal syaikh sudais dalam satu pilihan menu audio. Alhamdulillah, perjalanan terasa nyaman dan tenang karena terbantu untuk selalu ingat Allah SWT di angkasa.

Cuaca di pagi hari itu cukup dingin. Wajar Madrid sedang berangasur-angsur meninggalkan musim dingin. Dengan menggunakan Metro train, saya menuju penginapan. Untuk kenyamanan perjalanan dalam kota, saya menginstall aplikasi Metro de Madrid Official. Pengguna hp android bisa menginstallnya di sini. Pengguna iphone bisa menginstallnya di sini.

20150420_112837

Kereta Metro di kota Madrid

Alhamdulillah sampai di hotel. Nama hotelnya adalah Pesnion Magdalena. Hotel murah yang terletak tidak jauh dari pusat kota, sekitar 100 m dari Stasiun Metro Arton Martin.  Saya booking hotel ini melalui booking.com. Sayangnya hotelnya ada di lantai tiga dari sebuah gedung tua. Tidak ada lift, harus menggunakan tangga. Alhamdulillah, Diego, sang receptionist membantu mengangkat barang-barang bawaan sampai ke atas. Ternyata, Diego tidak lancar bahasa inggris, sedangkan saya tidak bisa bahasa spanyol. Google translate pun membantu kami dalam berkomunikasi.

Setelah mandi dan istirahat sebentar, saya meluncur menuju Santiago Barnebau, markas Real Madrid. Tapi sebelumnya, saya makan siang dulu. Sempat muter-muter mencari warung halal yang disarankan oleh zabiha.com. Alhamdulillah, akhirnya menemukan toko kebab Muslim.

kebab

Sarapan kebab

makan kebab

Bersama orang lokal yang pernah dua tahun di Jakarta

Menggunakan metro train, akhirnya saya sampai di Standion Barnabeu. Untuk melihat-lihat yang ada di dalam stadion, saya harus meberi tiket masuk seharga 19 euro di Gate 10. Alhamdulillah antriannya tidak banyak.

Tiket masuk stadion

Tiket masuk stadion

Berikut ini beberapa foto yang saya ambil di dalam stadion.

wpid-wp-1440643258666.jpeg

Bersama piala liga champion yang ke-10 bagi Madrid

 

br2

insideBarnabeu

Di dalam Stadion Santiago Barnabeu

Saatnya sholat. Alhamdulillah dengan bantuan google map, menemukan masjid di dekat Stadion. Sekitar 1 km. Dalam perjalanan menuju masjid, saya mendapati betapa rapi, bersih dan tertibnya kota Madrid. Subhanallah, memberikan kesegaran tersendiri pada alam pikiran. Perasaan, lebih rapi dibandingkan Sydney.

kota_madrid

Bersih dan rapinya kota Madrid

Dengan jalan kaki, sampai juga di Central Mosque Madrid. Mungkin Oziel dulu sholat Jumat disini ya saat masih bermain di Real Madrid, karena letaknya yang tidak jauh dari markas besar the Galaticos.

central Mosque

Central Mosque Madrid 2

Central Mosque Madrid, Spain

Saatnya kembali ke penginapan, sebelum gelap menjelang. Demikian sekilas jalan-jalan di Madrid. Insya Allah, cerita akan saya lanjutkan ke Cordoba, mengenang masa keemasan Islam di Andalusia.

Sydney, 27 Agustus 2015.